PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pos Pengawasan  Bea Cukai  PT Citra Borneo Utama (CBUT) Tbk di kawasan berikat PT Surya Borneo Industri Tempenek Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diresmikan pada Jumat, 17 Mei 2024. 

Peresmian dilakukan oleh Kepala Bea Cukai Pangkalan Bun, Shinta Dewi Arini bersama Chief Financial Officer (CFO) PT CBUT Tbk, Ronny Hertantyo Raharjo.

Ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pita, secara resmi bangunan pos pengawasan tersebut digunakan oleh jajaran staf Bea Cukai untuk menjalankan tugas-tugas keseharian di kawasan tersebut.

Usai seremonial peresmian, Shinta Dewi Arini mengatakan, adanya bangunan pos pengawasan yang biasa disebut dengan hanggar ini, merupakan bentuk kemitraan yang baik antara Bea Cukai dengan pihak perusahaan.

"Tentunya keberadaan pos di kawasan berikat ini sangat vital, untuk mengawasi kegiatan ekspor dan impor yang semakin lama semakin banyak aktivitasnya. Terlebih kedepan bakal ada lagi entitas baru yang sedang  dibangun di kawasan ini yaitu pembangunan pabrik suplemen pakan ternak," jelas Kepala Bea Cukai Pangkalan Bun.

Hal ini, menurut Kepala Bea Cukai Pangkalan Bun, merupakan implementasi cita-cita Pemilik Citra Borneo Indah (CBI) Group yaitu H Abdul Rasyid AS untuk mengembangkan industri  di daerah tempat tinggalnya.

--page

"Karena tentunya kita ketahui bersama, produk CPO tersebut sangat banyak turunannya. Artinya untuk mendorong ekspor dan industrialisasi pada sebuah kawasan. Karena pemerintah menganggap setiap ada upaya dan usaha yang memberikan nilai tambah peningkatan ekspor, salah satu kemudahan untuk melakukan prosesnya. Salah satunya adalah keberadaan pos pengawasan bea cukai di kawasan ini," jelas Kepala Bea Cukai Pangkalan Bun.

CFO PT CBUT Tbk, Ronny Hertantyo Raharjo mengatakan, pihaknya memang sudah cukup lama bermitra dengan bea cukai.

"Bahkan sebenarnya sudah cukup lama menunggu berdirinya kantor yang bagus dan memadai ini, karena  sebelumnya berada di hanggar berupa kontainer. Harapannya dengan bangunan yang representatif ini bisa memperlancar segala kegiatan yang yang memang sangat dinamis sekarang ini," jelas Ronny Hertantyo Raharjo

Ronny Hertantyo Raharjo melanjutkan, dalam pengembangan bisnis, pihaknya memang tidak berhenti sampai titik seperti saat ini saja.

"Karena industri akan menuntut kami untuk berkembang lebih jauh terutama dalam hal program hilirisasi. Dengan program hilirisasi ini kita tentunya akan mencapai tujuan pembangunan nasional yang lebih cepat dari apa yang memang kita harapkan," ungkapnya.

Dia menambahkan, mengenai keberadaan kawasan berikat terkait kegiatan ekspor maupun impor, tentunya aktivitasnya makin hari makin berkembang. Volumenya makin banyak dan luas, dibutuhkan fasilitas yang sangat menunjang kegiatan usaha ataupun kegiatan industri. Salah satunya adalah pos pengawasan bea cukai.

"Karena misi dari Owner CBI Group Bapak H Abdul Rasyid AS, Provinsi Kalteng akan selalu menjadi prioritas utama dalam pengembangan usaha. Sehingga Kabupaten Kobar diharapkan bisa menjadi titik segala siklus usaha dan industri," jelas Ronny Hertantyo Raharjo. (WAHYU KRIDA/Y)