BORNEONEWS, Sampit - Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong masyarakat agar mau menggeluti dunia pertanian khususnya tanaman pangan penyumbang inflasi.
"Sehingga ke depan akan berdampak pada peningkatan produksi pangan khususnya pangan yang berdampak pada inflasi seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng Taufiq Saleh, Jumat, 17 Mei 2024.
Dirinya menghadiri panen perdana cabai di lahan kelompok tani Margo Mulyo, Jalan Jenderal Sudirman Km 12, Sampit. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko dan Windows Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati.
Pihaknya juga mendorong masyarakat bertani berbagai tanaman hortikultura seperti bayam, kangkung, kacang panjang, buncis, tomat dan lainnya.
Salah satu upaya mendorong minat masyarakat dalam pertanian tersebut ditunjukkan Perwakilan BI Kalteng bekerja sama dengan PT. Habibi Digital Nusantara atau Habibi Garden dari Bandung, untuk mengembangkan dan membina petani di Kotim menerapkan digital farming.
Kelompok Tani Margo Mulyo menjadi salah satu pilot project penanaman cabai rawit menggunakan metode digital farming. Metode tersebut memanfaatkan aplikasi untuk memantau tata kelola air, irigasi hingga pemupukan. Dengan digital farming, petani menghasilkan panen 40-50 persen lebih banyak dari metode biasa.
"Kalau tumbuh dari bumi Kalteng akan bagus, jika kebutuhan yang ada di pasar dari provinsi Kalteng distribusinya lebih dekat dan gampang sehingga harganya lebih murah," ujarnya.
--page
Ia berharap, dengan produksi yang memadai akan menyetabilkan pasokan pangan sepanjang tahun dan berdampak pada kesetabilan harga.
"BI akan terus berkecimpung membangun ekonomi baik untuk masyarakat pertanian maupun sektor lainnya di Kalteng di Desa Lampuyang, Kotim kita juga ada binaan petani padi," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









