PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui PT Riset Perkebunan Nusantara, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dan Direktorat Jenderal Perkebunan–Kementan melaksanakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Pekebun Kelapa Sawit atau SDMPKS. Program ini dijalankan dengan menggelar pelatihan teknis kepada 60 pekebun di Lamandau selama 6 hari, dimulai sejak tanggal 13 hingga 18 Mei 2024.

"Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan terbaik yang mencakup berbagai aspek teknis budidaya kelapa sawit, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan OPT," kata Perwakilan dari Manajemen PT Riset Perkebunan Nusantara, Adi Cifriadi dalam rilisnya kepada Borneonews pada Sabtu, 18 Mei 2024.

Dirinya mengharapkan para instruktur dari PPKS yang dihadirkan yaitu Donald Siahaan, Agus Eko Prasetyo, Yurna Yenni, dan Sumaryanto mampu menjawab permasalahan para peserta yang dikemukakan selama 6 hari pertemuan.

"Semoga para instruktur mampu menjawab permasalahan peserta dalam melakukan praktik budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan," katanya lagi.

Program pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.

--page

"Dengan demikian, diharapkan akan tercipta pekebun kelapa sawit yang lebih profesional dan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen mereka," katanya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)