PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketiga dimensi pembentuk Indeks Ketimpangan Gender atau IKG Provinsi Kalimantan Tengah secara konsisten masih menunjukkan perlu adanya perbaikan, termasuk dimensi kesehatan reproduksi.

"Masih diperlukan perbaikan pada dimensi kesehatan reproduksi dan dimensi pemberdayaan. Sementara itu, dimensi pasar tenaga kerja semakin setara," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Sabtu, 18 Mei 2024.

Perkembangan indikator penyusun IKG selama 2018–2023 pada dimensi kesehatan reproduksi dua indikator di dalamnya.

"Dalam dimensi kesehatan reproduksi ada dua indikator, pertama ialah proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan atau MTF," tutur Eko lagi.

Sementara indikator kedua, lanjutnya, ialah proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun atau MHPK20. 

"Kedua indikator dimensi kesehatan reproduksi pada tahun 2023 mengalami kondisi yang berbeda dibandingkan dengan tahun 2022," katanya lagi.

--page

Pada 2023, kata Eko, MTF mencapai 0,378, meningkat dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 0,324.

"Sementara untuk MHPK20 mengalami penurunan sebesar 0,001 poin dari tahun sebelumnya menjadi 0,371," bebernya.(TESTI PRISCILLA/R)