BORNEONEWS, Palangka Raya - Palangka Raya terus berbenah agar tidak ketinggalan dalam perbaikan pelayanan kepada warganya. Seperti gagasan konsep Smart City (Kota Cerdas) dan Sister City (Kota Kembar). Wakil Walikota Mofit Saptono bakal serius mengawal cita-cita Kota ini untuk menerapkankonsep tersebut.
Smart City adalah konsep kota cerdas atu pintar yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat dan lembaga.
“Dalam arti sederhana bagaimana kita ini menyederhanakan pelayanan, misalnya penanganan sampah dengan memanfaatkan informasi IT. Jadi smart city itu bagaimana menciptakan terobosan dan inovasi, sehingga persoalan bisa dipantau cepat secara realtime atau saat itu juga,” ungkap Mofit kepada Borneonews, Selasa (31/5/2016).
“Jadi konsepnya, bisa nggak ketika ada penumpukan sampah misalnya, masyarakat itu bisa cepat informasikan ke petugas atau unit pelaksana teksis (UPT)-nya tahu sehingga armada sampah terdekat bisa nyamperi dengan cepat. Kan seringkali sudah diambil petugas, tapi ada kalanya masyarakat menumpahkan sampah lagi. Itu kan mesti diangkat, masa menunggu besok, Nah itu bagaimana modelnya harus kita cari,” jelasnya lebih lanjut.
Pola yang disediakan baik itu bidang pendidikan maupun bidang pelayanan yang lainnya yang memanfaatkan model-model yang sudah ada. Sehingga polanya menurut Mofit, adalah kerjasama bidang manajemen.
Sedangkan Sister City atau Kota kembar adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan perjanjian kerjasama antar kota atau provinsi antara dua negara untuk peningkatan perekonomian, mempromosikan kebudayaan, dan menjalin kerjasama di berbagai bidang lain secara erat.
Perjanjian sister city memiliki jangka waktu yang berbeda-beda sesuai kesepakatan bersama dan biasanya kedua kota tersebut memiliki satu hingga dua kemiripan atau kesamaan. Mofit menegaskan pihaknya masih mencari kota yang pas sebagai ‘induk semang’ penerapan model sister city agar ada kecocokan dengan Palangka Raya. Diantara yang diincar Mofit adalah Kota Medan, Surabaya, dan Malang.
“Kalau sister city lebih mengarah ke kerjasama pada bidang yang disepkati dan memiliki kemiripan atau kesamaan diantara dua kota. Targetnya adalah kita dalam negeri dan ada yang diluar. Sekarang yang sudah ada agak maju dan ada tawaran ke kita adalah dengan singapura. Tinggal kita menentukan apa yang bisa di-sister city-kan. Jepang justru baru belakangan ini ada tawaran setelah kami kunjungan kesana,” tutur dia. (ROZIKIN/m)








