BORNEONEWS, Palangka Raya - Praktisi pendidikan non-formal, Fathan Asy'ari mengingatkan pentingnya pendekatan holistik dalam menghadapi tragedi di Pondok Pesantren Hidayatullah, Palangka Raya.
Fathan menyoroti perlunya pembinaan karakter dan pengendalian emosi dalam pembelajaran non-formal.
"Pendidikan haruslah holistik, mencakup aspek psikologis dan sosial siswa," ungkapnya.
Ia menegaskan perlunya konseling, pendampingan, dan pelatihan manajemen emosi. Ini, katanya, membantu siswa mengelola konflik internal dan meningkatkan kepercayaan diri.
Tak hanya itu, pembinaan spiritual juga dianggap penting. Siswa perlu memperoleh kedamaian batin dan ketenangan jiwa melalui nilai-nilai keagamaan.
--page
Menurutnya, peran pengasuh dan pendidik di pondok pesantren juga menjadi fokus. Mereka diharapkan mampu mendeteksi serta menangani potensi konflik atau perilaku meresahkan.
"Pembentukan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung juga krusial. Ini mencakup peningkatan keamanan fisik dan atmosfer yang kondusif bagi pertumbuhan siswa," katanya.
Fathan berharap dengan pendekatan yang holistik ini, dapat membangun siswa yang berkarakter kuat, emosional cerdas, dan siap menghadapi tantangan kehidupan. (HERMAWAN DP/j)









