BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas PGRI Palangka Raya, Maharidiawan Putra, sudah saatnya mahasiswa tidak berorientasi menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Menurutnya, untuk menjadi orang yang sukses, tak harus menjadi abdi negara.

Pesan itu Maharidiawan kepada para mahasiswa Universitas PGRI Palangka Raya yang mengikuti yudisium, Senin (30/5/2016) sore. Mereka berasal dari empat fakultas, yaitu fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, fakultas pertanian dan fakultas hukum.

"Enggak bisa lagi berorientasi pada PNS. Untuk berhasil itu nggak mesti istilahnya jalur PNS. Banyak sekali sebenarnya lapangan kerja untuk para sarjana ini," ujar Maharidiawan.

Ia pun berharap para mahasiswanya yang kan segera terjun ke dunia kerja, dapat berkiprah di lapangan kerja lain. Apalagi, lanjut dia, peluang untuk menjadi PNS juga kecil.

"Kalau bisa, menciptakan lapangan kerja sendiri. Semisal lulus sarjana pertanian. Manfatkan lahan dan dikelola. Kemudian sebagai sarjana hukum, bisa menjadi penasihat hukum dan advokat misalnya," bebernya.

Maharidiawan yakin, profesi di luar PNS lebih menjanjikan seiring perkembangan Palangka Raya yang cukup pesat. "Palangka Raya juga semakin banyak masalah hukum. Apabila lulusan kita bisa menjadi advokat dan membantu banyak masyarakat manfaatnya akan lebih besar," sarannya.

Kini, sebanyak 198 mahasiswa Universitas PGRI Palangka Raya tinggal menunggu wisuda saja, untuk selanjutnya berjibaku di dunia nyata yang menuntut mereka harus bekerja. "Setelah Yudisium, sebenarnya sudah syah menjadi seorang sarjana. Tinggal nanti ada prosesi lebih lanjut yakni wisuda," tandasnya. (Budi Yulianto/B-10)