BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Tengah dari Januari-April 2024 ditemukan 3.026 kasus.
Jumlah kasus DBD akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini dicatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng dari Dinkes kabupaten/kota se-Kalteng.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Kalteng,dr. Riza Syahputra, MAP mengatakan, jumlah tersebut mengalami penurunan.
"Perkembangan DBD Kalteng berdasarkan data yang kami terima dari Dinkes kabupaten/kota mengalami penurunan. Jumlah kasus DBD Kalteng Januari sampai April tahun 2024 sebanyak 3026 kasus," katanya, Senin, 20 Mei 2024.
Untuk mencegah terjadinya penyakit DBD yang meningkat kata Riza, dilakukan gerakan bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN ) dan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) di tempat tinggal atau lingkungan sekitar.
--page
"Kemudian dilaksanakan pembagian atau pemberian abate, serta edukasi untuk melakukan PSN setelah fogingg dilaksanakan," tuturnya.
Tambahnya, serta adanya gerakan G1R1J (Gerakan 1 rumah 1 jumantik) dengan melibatkan segenap anggota keluarga untuk berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dirumah masing-masing, dan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang DBD dan bahayanya.
"Hal ini untuk mencegah terjadinya penyakit DBD yang meningkat sampai membahayakan nyawa masyarakat yang terdampak penyakit tersebut," tandasnya. (MARINI/j)









