BORNEONEWS, Palangka Raya - Ritual adat yang kerap dilaksanakan di Sungai Kahayan Palangka Raya memiliki nilai sejarah kebudayaan, untuk itulah dilaksanakannya lomba perahu hias di lokasi tersebut.
Di lokasi tersebut juga dipercaya terdapat tradisi yang telah turun temurun, memiliki nilai-nilai luhur yang mendamaikan diri dan seluruh alam semesta.
Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra (Pemkesra) Setda Provinai Kalteng Herson B Aden mengutarakan bahwa Suku Dayak Ngaju merupakan suku terbesar di Kalteng.
Masyarakat pada suku ini katanya memiliki ketertarikan untuk bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai.
"Hal ini dikarenakan masyarakat menggantungkan seluruh kehidupan mereka pada sungai," katanya, saat membuka lomba perahu hias FBIM 2024, pada Senin, 20 Mei 2024.
--page
Tambahnya, Sungai Kahayan memiliki makna penting bagi masyarakat Kahayan baik secara ekonomis, sosial bahkan teologis.
Ungkapnya, pada masa lalu, sungai dianggap sebagai penghubung antara manusia dengan Tuhan karena itu sungai Kahayan menjadi tempat dilakukannya semua ritual.
"Untuk itu, Sungai Kahayan ini tidak terlepas dari ritual adat bahkan untuk mempertahankan eksistensinya diadakan lomba perahu hias dilokasi ini," bebernya. (MARINI/H)









