SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur prihatin kecelakaan antara truk CPO dengan sepeda motor menewaskan 3 anggota keluarga di Jalan Poros Kecamatan Parenggean.

"Kejadian kemarin yang di Desa Bajarau saya langsung turun di lapangan dengan Kapolsek," kata Wakil Ketua II DPRD Kotim Hairis Salamad, Rabu, 22 Mei 2024.

Lalu lintas di kawasan tersebut cukup padat. Kendaraan pribadi masyarakat melaju diantara banyaknya truk pengangkut hasil perkebunan.

"Di sana sangat riskan. Kita banyangkan apabila terjadi dengan keluarga kita siapa yang menjadi harapan tumpuan masyarakat untuk mengadu dengan kejadian seperti itu," ujarnya. 

Ia meminta secara terbuka kepada pihak Polres Kotim memberikan imbauan berupa edaran kepada stakeholder organisasi asosiasi organda para kontraktor pengangkut CPO agar bisa diuji kembali sopir-sopir yang menjalankan aktivitas.

Sebelumnya, terjadi Insiden kecelakaan maut terjadi di Jalan Poros, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotim pada Minggu, 19 Mei 2024.

Kejadian tersebut berawal saat truk Crude Palm Oil (CPO) dengan nopol KH 8927 LN melaju di Jalan Poros dari arah pelantaran menuju Parenggean pada jalurnya.

--page

Tuk CPO tersebut turun ke bahu jalan, bermaksud putar balik. Dari arah belakang jalur yang sama, melaju sepeda motor Yamaha Vega R dengan nopol KH 2653 FD warna hitam yang dikendarai oleh ayah YMS (34), ibu RS (30) dan kedua anaknya. Karena jarak yang sudah terlalu dekat akhirnya kecelakaan tidal bisa dihindarkan. Korban terpental hingga ke bahu jalan.

Akibatnya, pasangan suami istri tewas bersama anaknya bungsunya yang berusia 1,5 tahun. Sedangkan salah satu anak korban yang masih berumur 6 tahun dalam perawatan intensif di Palangka Raya. (DEWI PATMALASARI/R)