BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman menegaskan bahwa Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit merupakan inisiatif yang sangat penting.
"Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit, tetapi juga untuk memastikan bahwa industri ini berkembang secara berkelanjutan," kata Eddy dalam rilisnya pada Rabu, 22 Mei 2024.
Berdasarkan data dan fakta yang ada, katanya, produktivitas kelapa sawit Indonesia, terutama perkebunan rakyat, masih berada pada tingkat yang rendah, sekitar 3 ton per hektar per tahun.
"Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tanaman yang sudah tua, penggunaan bibit ilegal, dan rendahnya kompetensi SDM perkebunan kelapa sawit," terangnya.
Tantangan dalam mencapai target nasional tahun 2030 untuk meningkatkan produktivitas CPO menjadi sebesar 60 juta ton sangatlah besar, lanjutnya, sehingga perlu didukung dengan Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian dan dedikasi pekebun, tenaga pendamping dan masyarakat perkebunan kelapa sawit lainnya.
--page
"BPDPKS mendorong agar penerima manfaat untuk kegiatan pengembangan SDM kelapa sawit dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya," jelas Eddy lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









