PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna mendapatkan rekomendasi format Front Pack Nutrition Labelling (FOPNL) yang sesuai dengan preferensi pelaku usaha  di Indonesia, termasuk usaha mikro, usaha kecil dan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) sebagai pertimbangan dalam review kebijakan FOPNL, Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI menggelar survei bagi para pelaku UKM di seluruh Indonesia  secara online melalui zoom meeting, Rabu, 22 Mei 2023.

Standardisasi Pangan Olahan BPOM RI Dwiana Andayani dalam paparan pembukaan survey menjelaskan latar belakang review regulasi POFNL di Indonesia.

“Karena berdasarkan data prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia terus meningkat berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Tren peningkatan PTM di Indonesia berdasarkan data peningkatan yang paling tinggi yaitu hipertensi. Berdasarkan persentase tahun 2013 persentasenya sebesar 25,8 persen dan tahun 2018 meningkat lagi menjadi 34,1 persen,” jelas Dwiana Andayani.

Menurut Dwiana Andayani faktor resiko PTM tersebut diantaranya disebabkan oleh konsumsi pangan tinggi gula, garam dan lemak (GGL) dan kurang konsumsi buah dan sayur.

“Karena itulah pelabelan gizi pada bagian depan label  yang mudah dipahami masyarakat berupa simbol, grafik, gambar teks atau kombinasinya untuk memberikan informasi mengenai kandungan dan atau jenis zat gizi pada produk pangan,” jelas Dwiana Andayani.

--page

Sehingga, lanjut Dwiana Andayani, bisa mendorong produsen pangan untuk mengembangkan produk pangan olahan baru dan me-reformulasi produk pangan olahan.

“Dampak yang diharapkan adalah peningkatan pemahaman masyarakat terhadap label gizi, perubahan perilaku pembelian dan konsumsi masyarakat serta tersedianya pangan olahan dengan kandungan gizi yang rendah,” jelasnya. (WAHYU KRIDA/j)