BORNEONEWS, Palangka Raya - Mengusung tema "Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Komunitas Bambu Lestari Mendukung Pengelolaan Kawasan Penyangga Taman Nasional Gunung Leuser atau TNGL Dalam Mitigasi Perubahan Iklim" di dosen di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Kegiatan Pengabdian Masyarakat kali ini dilaksanakan di Pamah Simelir, Desa Telagah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
"Lembaga pengabdian masyarakat Universitas Sumatera Utara mengadakan suatu pengabdian masyarakat untuk mendukung suatu komunitas yaitu Komunitas Bambu Lestari sebagai kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser atau TNGL dalam mitigasi perubahan iklim," kata Ketua Pengabdian Masyarakat, Profesor Rahmawaty dalam rilisnya pada Kamis, 23 Mei 2024
Komunitas bambu lestari kata Prof Rahmawaty merupakan salah satu komunitas yang dikelola oleh masyarakat sebagai rasa kepeduliannya terhadap lingkungan.
"Masyarakat memanfaatkan lokasi yang berumpun bambu tersebut sebagai lokasi wisata yang dinamakan Jendela Bambu Leuser," bebernya.
Salah satu daya tarik utama dari Jendela Bambu Leuser, lanjutnya, adalah akomodasinya yang unik. Wisatawan dapat menginap di pondok-pondok bambu yang dibangun di atas pohon.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu pengelola wisata jendela bambu leuser dalam peningkatan kapasitas kelembagaan komunitas bambu lestari dalam mendukung pengelolaannya terhadap mitigasi perubahan iklim," bebernya.
--page
Kegiatan ini dihadiri oleh tim pelaksana kelompok pengabdian masyarakat Unversitas Sumatera Utara yakni Prof Rahmawaty, Prof Hamdani Harahap, Dr T Alief Aththorick, Forum DAS Wampu yakni Prof Abdul Rauf, beberapa mahasiswa S1, S2, dan S3 Universitas Sumatera Utara, dan anggota pengelola jendela bambu leuser.(TESTI PRISCILLA/R)









