BORNEONEWS, Kasongan -Selama ini produksi gabah dan beras dari Kabupaten Katingan, terutama dari Kecamatan Katingan Kuala dan Kecamatan Mendawai, masih banyak dijual ke luar daerah selain di Kasongan dan sekitarnya.
Selain ke Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), gabah dari dua wilayah kecamatan itu juga tidak jarang dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
"Selama ini pembeli gabah yang datang ke desa kami selain dari Kasongan, juga banyak dari Sampit maupun datang dari Banjarmasin, Kalsel," tutur Sadiyo, warga Desa Bangun Jaya Kecamatan Katingan Kuala, Rabu (1/6/2016).
Menurutnya, saat musim panen Oktober-Maret 2015, para pengumpul mematok harga gabah petani di wilayah ini Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per kwintal.
"Tapi kalau sekarang ini saat belum musim panen tiba harganya lebih tinggi sampai Rp450 ribu per kwintal," katanya.
Biasanya, sebut Sadiyo para pengumpul gabah/beras ini lebih dulu memiliki ikatan janji dengan para petani agar tidak menjual hasil panenan kepada pengumpul lain.
"Mereka (pengumpul) biasanya memberi pinjaman uang atau pupuk dan obat-obatan lebih dulu kepada kita, tapi nanti hasil panennya dijual kepada pengumpul tersebut dengan harga yang sudah dittentukan," ujarnya.
Bapak tiga anak ini mengaku jika ia selama ini sudah memiliki kerjasama dengan pengepul asal Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Rata-rata di desa kami ini sudah memiliki pelanggan masing-masing, ada pengepul dari Sampit, Kasongan dan bahkan pengepul gabah ini juga tidak sedikit dari Banjarmasin," katanya.
Para pengepul gabah/beras ini datang ke wilayah itu menggunakan rangkan, sejenis kapal kayu. "Kapal pembeli gabah dan beras ini datang ke wilayah kita melewati Laut Jawa dan masuk lewat pesisir Pagatan," imbunya.
Camat Katingan Kuala, Mariadi membenarkan jika selama ini gabah maupun beras dari daerahnya banyak dijual ke luar daerah, seperti Sampit maupun Banjarmasin.
"Anehnya beras asal dari daerah kita ini kemudian dikemas lagi oleh pengepul asal Banjarmasin, lalu dipasarkan kembali ke wilayah Kabupaten Katingan ini dengan harga yang lebih mahal," katanya.
Masih banyaknya produksi gabah/beras yang dbawa ke luar daerah itu, sebut Camat Mariadi karena wilayahnya masih belum bisa ditembus menggunakan jalur darat menuju Kasongan Ibukota Kabupaten Katingan. (ABDUL GOFUR/m)








