SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ekskavator amfibi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus bergerak mengeruk sungai untuk mengantisipasi bnjir di Sampit.

"Normalisasi sungai Baamang akhir April sudah selesai dan saat ini sedang bergerak di sungai Pamuatan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim Mentana Dhinar Tristama, Kamis, 23 Mei 2024.

Memerlukan waktu kurang lebih 5 bulan untuk mengeruk Sungai Baamang sepanjang 6.854 meter. Ekskavator amfibi mulai dikerahkan di sungai tersebut pada November 2023 dan pengerukan sungai Baamang dinyatakan selesai hingga muara pada 27 April 2024.

Alat berat yang mampu berjalan di drt dan di air tersebut dipindahkan ke sungai Pamuatan 1 Mei 2024.

Saat itu terjadi banjir sangat tinggi di sekitar sungai yang berbatasan dengan Kecamatan Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu. Banjir terparah terpantau di SDN 3 Sawahan yang berdekatan dengan bantaran sungai.

"Saat banjir itu ekskavator amfibi berada di Pembataan, Kelurahan Sawahan. Saat itu air masih tinggi sehingga pergerakan ekskavator amfibi untuk mengeruk dasar sungai tidak maksimal," ujarnya. 

Data terakhir, ekskavator amfibi telah mengeruk sungai Pamuatan sepanjang 470 meter dari target pengerjaan 1.370 meter hingga muara dan diperkirakan selesai akhir Mei 2024.

--page

"Kendalanya di muara ada beberapa bangunan warga banyak yang berdiri menjorok mengambil badan sungai jad kami perlu kerja sama dengan seluruh stakeholder terkait dan pengertian masyarakat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)