BORNEONEWS, Palangka Raya - Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu pada kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2024, bertujuan untuk memperagakan salah satu bentuk dari pemanfaatan hutan secara tradisional di kalangan masyarakat Dayak.
Lomba itu juga memuat pesan moral untuk menjaga kelestarian hutan. Ini sebagai bagian dari upaya menumbuhkembangkan kesadaran akan arti pentingnya lestari hutan di tengah kehidupan manusia.
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran mengatakan, antusias masyarakat dalam menyemarakan sejumlah lomba pada FBIM tahun ini bertambah dibanding sebelumnya.
"Kayu bulat disediakan oleh panitia dengan ukuran 30-40 cm dan panjang 2,5 m. Peserta berasal dari kabupaten/kota se-Kalteng," katanya, Kamis, 23 Mei 2024.
"Dari lomba ini, memberikan pesan moral agar kita menjaga hutan tetap lestari, serta semangat gotong-royong hidup bermasyarakat mencerminkan falsafah Huma Betang," tambahnya.
Sementara itu, Tim Juri Martinus Runting mengatakan, bahwa lomba Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu yang diadakan di halaman Gor Indoor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut pada Rabu, 22 Mei 2024, berlangsung meriah.
--page
Pada lomba ini, katanya, diambil 3 orang dalam 1 tim terdiri atas tiga tahapan, yaitu maneweng (menebang), manetek (memotong), dan menyila (membelah).
"Peserta diharapkan mengenakan busana khas daerah untuk menjaga keaslian budaya mereka," jelasnya.
Dia menambahkan, keamanan menjadi prioritas dalam lomba ini. Setiap peserta diwajibkan memperhatikan jarak dengan peserta lain serta menggunakan alat dengan penuh kewaspadaan.
"Setiap peserta menebang satu kali, memotong satu kali dengan mendapatkan dua potongan kayu. Setelah itu, potongan kayu dibelah menjadi delapan bagian sehingga menghasilkan enam belas bilah disusun dengan rapi membentuk kendang segi empat," paparnya.
Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan semua tahapan lomba adalah 16 menit, termasuk waktu persiapan. Sistem perlombaan dibagi menjadi beberapa regu, sesuai dengan jumlah peserta yang hadir dari masing-masing kabupaten/kota.
"Setiap tahun, kriteria penilaian lomba yang digunakan oleh tim juri meliputi pakaian/kelengkapan peralatan, kerapian menebang dan potongan, ketepatan rebah pohon mengenai kertas, kerapian memotong, kerapian membelah dan jumlah belahan, waktu dan nilai terbanyak. Apabila hasil/nilai sama, maka akan diambil waktu yang tercepat untuk menentukan juara satu, dua dan tiga dengan waktu yang ditentukan juri," tandasnya. (MARINI/Y)









