PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Lomba mangaruhi turut meriahkan perhelatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang berlangsung selama enam hari sejaktanggal 18-24 Mei 2024.

Mangaruhi adalah tradisi budaya suku Dayak yang identik dengan teknik mencari atau menangkap ikan hanya dengan menggunakan tangan kosong di sebuah kolam berlumpur.

Tradisi budaya ini memang secara turun temurun sering dilakukan di lingkungan masyarakat saat ada kegiatan tradisi budaya atau ritual maupun kegiatan masyarakat dalam beragam kegiatan seni dan budaya.

Bagi mereka yang mangaruhi harus mengaduk-aduk (mangaruhi) lumpur kolam tersebut, dengan harapan ikan-ikan yang ada di dasarnya menjadi mabuk akibat terkena keruh atau hempasan lumpur air kolam. Dengan begitu ikan muncul dan mudah untuk ditangkap dengan tangan.

Lomba mangaruhi ini ada dua regu, mulai dari regu putra dari 12 kabupaten/kota se-Kalteng mulai dari Kotawaringin Timur, Murung Raya, Seruyan.

--page

Kemudian, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Kapuas, Katingan dan Palangka Raya.

Sementara itu, regu putri dari 10 kabupaten/ kota se-Kalteng yakni Seruyan, Kotawaringin Timur, Palangka Raya, Kapuas, Sukamara, Murung Raya, Pulang Pisau, Barito Utata, Barito Selatan dan Lamandau.

Selain peserta dari kabupaten/ kota, lomba mangaruhi juga diikuti oleh Ekshibisi pelajar SMA/ Sederajat di Kota Palangka Raya. Masing-masing regu tersebut beranggotakan dua orang. (HERMAWAN DP/Y)