BORNEONEWS, Palangka Raya - Kekayaaan budaya Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak akan tergerus oleh perkembangan zaman bila terus digali, dipertahankan dan dilestarikan. Salah satunya melalui Festival Budaya Isen Mulang (FBIM).
"Bila kita tidak mampu mempertahankan budaya dan kearifan lokal, suatu saat kelak anak cucu kita hanya pernah mendengar cerita, hanya pernah membaca dari literatur-literatur, bahwa betapa kayanya Kalimantan Tengah akan khasanah budaya yang luar biasa" kata Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, Kamis, 23 Mei 2024.
Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan budaya, salah satunya melalui event kebudayaan yang mendunia. INi supaya seni dan budaya yang ada tetap lestari dan tetap menjadi perekat keberagaman dan kebinekaan.
"Kita lihat negara Jepang yang begitu maju dan berkembang, mengusai teknologi, namun akar budayanya tidak tercabut dari jati diri bangsanya. Seni dan budaya adalah universal, yang dapat menyatukan keberagaman," ungkapnya.
"Untuk itu, mari kita bersama-sama mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya yang luhur ini, untuk kemajuan Kalimantan Tengah yang kita cintai bersama," ajaknya.
--page
Dia menambahkan, kegiatan FBIM ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalteng yang ke-67, sekaligus sebagai upaya melestarikan nilai-nilai tradisi seni dan budaya Kalteng.
"Pada setiap perlombaan kami mengajak seluruh peserta menggunakan ciri khas daerah masing-masing. Baik itu, dari pakaian, akribut, sampai peralatan lomba untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Kalimantan Tengah mempunyai kekayaan budaya yang luar biasa," tandasnya. (MARINI/Y)









