BORNEONEWS, Sampit - Pasar sapi yang dibukan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Adha di Jalan HM Arsyad, Sampit mendadak menjadi objek wisata anak-anak.
"Kami hampir setiap sore saat melewati pasar sapi ini mampir karena anak-anak ini ingin melihat sapi," kata Wahyu Endang saat membawa anaknya berkunjung ke pasar sapi dadakan di dekat Kantor Dinas SDABMBKPRKP Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat, 24 Mei 2024.
Setiap waktu lokasi pasar sapi dadakan tersebut disinggahi masyarakat bukan hanya mereka yang ingin membeli sapi untuk kebutuhan hewan Qurban, tetapi ada juga yang mengajak anak-anak mereka menyaksikan pemandangan yang hanya terjadi sekali setahun itu.
Kepadatan pengunjung anak-anak dan orang tuanya terlihat ketika pukul 16.00 WIB. Mereka memenuhi jalan Teratai 6 yang membelah pasar sapi itu menjadi 2 sisi. Bahkan keramaian tersebut mengundang pedagang membuka lapak di sekitar lokasi itu.
Sementara itu, pemilik pasar sapi dadakan Daeng Beta mengatakan, dirinya tidak melarang anak-anak berkunjung di lapak sapinya. Ia justru senang karena keramaian tersebut dipercaya membawa berkah.
"Memang setiap tahun selalu unik ramai seperti ini. Karena lokasi kami yang terbuka jadi menarik perhatian masyarakat. Kami sangat senang karena bisa menarik perhatian calon pembeli," kata Daeng.
Dirinya pun tak melarang anak-anak yang mencoba memberi makan sapi-sapi yang berada di tepi jalan. Asalkan mereka tetap berada dalam pengawasan orang tua dan tidak masuk ke tengah.
Daeng mendaatangkan pasokan sapi dari Bone, Sulawesi Selatan. Pihaknya menyiapkan 400 ekor untuk persiapan kebutuhan hewan Qurban tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu hanya 270 ekor.
--page
Pasar sapi yang ia jalankan ini telah buka selama kurang lebih 10 hari dan telah menjual 80 ekor sapi. Harga yang ia tawarkan beragam mulai dari Rp 19 juta dengan bobot daging 70-75 kg hingga Rp40 juta dengan bobot daging berkisar 250 kg.
Ia menjamin kesehatan sapi-sapi tersebut karena trlah melalui karantina selama 25 hari di Sulawesi dan karantina 12 hari di Banjarmasin sebelum tiba di Sampit.
"Dari pegawai karantina Sampit, Polres Kotim dan Polsek juga sudah turun mengecek semua surat dan dokumen," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









