BORNEONEWS, Palangka Raya - Tari wadian dadas bawo dilakukan pada upacara pengobatan orang sakit, oleh suku Dayak Ma’anyan Provinsi Kalteng.
Tarian tersebut menggunakan sepasang gelang dari logam, sehingga menimbulkan suara gemrincing dan ketambung.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) pernah mencatatkan Rekor Muri, dilaksanakan pada pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) pada tahun 2023 lalu di Lapangan GOR Indoor Serba Guna, Palangka Raya.
Tarian ini tampil eksis kembali pada saat FBIM 2024 pada lomba tari.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Hj. Adiah Chandra mengatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah upaya pelestarian budaya serta merupakan langkah memperkenalkan kekhasan yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Tengah, dengan keberagaman sosial budaya yang ada di dalamnya.
--page
"Wadian Dadas merupakan sebuah ritual pengobatan, khas kelompok masyarakat yang mendiami wilayah DAS Barito. Begitu juga dengan Wadian Bawo yang memiliki kekhususan dari sisi maskulinitas, berbeda dengan Wadian Dadas yang secara khusus mengandung sisi feminis," katanya, Jumat, 24 Mei 2024.
Tambahnya, Tari Gelang Dadas dan Bawo sendiri merupakan pengembangan yang kemudian tertuang dalam bentuk kesenian.
Dirinya berharap, tradisi dan budaya ini lestari dan dicintai oleh masyarakat dan dikenal luas tidak hanya di Indonesia tetapi juga manca negara. (MARINI/j)









