BORNEONEWS, Palangka Raya - Belakangan ini masyarakat di berbagai daerah Indonesia sedang dihebohkan oleh pemberitaan mengenai Uang Kuliah Tunggal atau UKT yang semakin mahal di perguruan tinggi negeri.
Bahkan banyak calon mahasiswa yang terpaksa mengundurkan diri setelah dinyatakan diterima di perguruan tinggi impiannya karena tak sanggup membayar UKT.
"Tapi gonjang ganjing mahalnya UKT tidak akan mengusik ribuan calon mahasiswa penerima beasiswa pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit atau SDM PKS atau biasa disebut beasiswa sawit," kata Kepala Divisi Program Pelayanan pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar pada Jumat, 24 Mei 2024.
Penerima beasiswa sawit ini menurut Arfie tak perlu memikirkan uang kuliah beserta tetek bengeknya.
"Yang berhak menerima beasiswa sawit, selain petani dan anak istrinya, beasiswa sawit juga bisa diakses oleh karyawan perusahaan sawit dan keluarganya, pengurus koperasi sawit, dan ASN di instansi yang mengurus sektor kelapa sawit," tutur Arfie lagi.
--page
Pendaftar yang telah dinyatakan lolos seleksi beasiswa sawit, lanjutnya, akan dibiayai perkuliahannya secara penuh oleh BPDPKS di sejumlah perguruan tinggi yang telah ditunjuk.
"Tak cuma uang kuliah, biaya hidup dan ongkos keberangkatan mahasiswa penerima beasiswa sawit juga ditanggung oleh BPDPKS," jelasnya lagi.
Diketahui, tahun ini ada 3.000 mahasiswa yang akan menerima beasiswa ini. Jumlah ini kata Arfie bertambah dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 2.000 orang.
"Saat ini pendaftaran beasiswa sawit masih dibuka dan tersisa waktu 2 hari lagi. Anak-anak petani sawit dari seluruh Indonesia diharapkan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sehingga orang tuanya tidak pusing memikirkan naiknya UKT di berbagai perguruan tinggi negeri," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









