PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP Gabungan Kalimantan Tengah selama April 2024 sebesar 124,89 atau naik 0,86 persen dibanding Maret 2024.

"Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP selama Maret 2024 mengalami kenaikan sebesar 1,70 persen dibanding Maret 2024, dari 127,35 menjadi 129,51," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Sabtu, 25 Mei 2024.

Senada dengan itu, lanjut Eko, Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT rumah tangga perdesaan naik 1,19 persen.

Nilai Tukar Petani atau NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani atau It terhadap indeks harga yang dibayar petani atau Ib. 

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

--page

"NTP Gabungan Kalteng pada April 2024 naik sebesar 0,86 persen dibanding Maret 2024, yaitu dari 123,82 menjadi 124,89. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya nilai tukar pada beberapa subsektor," tutur Eko lagi.

Subsektor dimaksud antara lain Hortikultura yang naik sebesar 2,18 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,47 persen, Peternakan 2,56 persen, dan Perikanan 0,85 persen.

"Pada April 2024 terjadi kenaikan IKRT di Kalteng sebesar 1,19 persen yang utamanya disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,62 persen," katanya lagi.

Lalu kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya 0,96 persen, kelompok Pakaian dan Alas Kaki 0,94 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik Dan Bahan Bakar Rumah Tangga 0,46 persen, dan kelompok Transportasi 0,28 persen.

"NTUP Kalteng pada April 2024 mengalami kenaikan sebesar 1,70 persen, dari 127,35 pada Maret 2024 menjadi 129,51 pada April 2024," terangnya. (TESTI PRISCILLA/H)