PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada April 2024, terjadi penurunan Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan atau NTPP sebesar 2,54 persen.

"Hal ini terjadi karena Indeks harga yang diterima atau It mengalami penurunan sebesar 1,51 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani atau Ib justru mengalami kenaikan yang cukup besar yakni 1,07 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Sabtu, 25 Mei 2024.

Penurunan It pada April 2024 sebesar 1,51 persen menurut Eko disebabkan oleh penurunan kedua indeks harga penyusunnya yaitu, kelompok padi sebesar 1,41 persen dan kelompok palawija sebesar 2,82 persen. 

"Penurunan indeks harga padi disebabkan oleh stok gabah di petani yang cukup banyak karena bersamaan dengan musim panen yang sedang berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, dan Barito Timur," jelas Eko.

Sementara itu, lanjutnya, penurunan indeks harga palawija disebabkan oleh turunnya indeks harga pada komoditas ketela pohon dan ketela rambat.

--page

"Kenaikan Ib pada April 2024 yakni 1,07 persen disebabkan oleh naiknya dua indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok KRT sebesar 1,26 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,30 persen," katanya.(TESTI PRISCILLA/R)