PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah Eko Marsoro mengatakan, pada April 2024 terjadi kenaikan NTNP sebesar 0,85 persen.

"Hal ini disebabkan karena Indeks harga yang diterima atau It perikanan mengalami kenaikan sebesar 1,55 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani atau Ib perikanan yang sebesar 0,70 persen," kata Eko pada Senin, 27 Mei 2024.

Kenaikan It subsektor perikanan ini menurut Eko disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pada kelompok perikanan tangkap sebesar 1,58 persen dan kelompok budidaya sebesar 1,44 persen.

Khusus untuk Nilai Tukar Nelayan atau NTN, lanjut Eko, pada April 2024, NTN mengalami kenaikan sebesar 0,87 persen.

"Kenaikan ini disebabkan kenaikan It sebesar 1,58 persen yang lebih tinggi dibanding kenaikan Ib yang hanya sebesar 0,71 persen," tuturnya lagi.

--page

Kenaikan It disebabkan oleh naiknya indeks harga produksi pada kelompok penangkapan perairan umum seperti baong dan lais sebesar 2,19 persen dan kelompok penangkapan laut yakni udang laut sebesar 0,92 persen.

"Adapun kenaikan Ib sebesar 0,71 persen disebabkan oleh kenaikan dua indeks penyusunnya yaitu, indeks kelompok KRT sebesar 1,06 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,01 persen," bebernya.

Sementara untuk Nilai Tukar Pembudidaya Ikan atau NTPi pada April 2024 mengalami kenaikan nilai tukar sebesar 0,76 persen.

"Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima pembudidaya ikan mengalami kenaikan sebesar 1,44 persen yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar pembudidaya ikan sebesar 0,68 persen," jelas Eko lagi.

Kenaikan It disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pada kelompok budidaya air tawar yakni patin, nila, dan mas/karper, dan kelompok budidaya air payau yakni bandeng payau, masing-masing sebesar 1,51 persen dan 1,33 persen.

--page

"Sementara itu, meningkatnya Ib sebesar 0,68 persen didominasi oleh naiknya salah satu indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok KRT sebesar 1,02 persen," tutur Eko lagi. (TESTI PRISCILLA/H)