PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dibanding Februari 2024, kontribusi layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Maret 2024 senilai US$64,50 juta dan mengalami penurunan dari 13,62 persen pada Februari 2024 menjadi 19,31 persen pada Maret 2024.

"Terdapat 3 pelabuhan utama yang melayani ekspor di Kalteng selama Maret 2024, yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Pangkalan Bun, dan Pelabuhan Sampit. Total nilai ekspor melalui Pelabuhan Kumai senilai US$49,40 juta, Pelabuhan Pangkalan Bun US$10,20 juta, dan Pelabuhan Sampit US$3,72 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Senin, 27 Mei 2024.

Sementara itu, kata Eko, layanan ekspor melalui pelabuhan provinsi lain senilai US$269,48 juta atau 80,69 persen yang sebagian besar melalui Pelabuhan Banjarmasin senilai US$209,51 juta, atau sebesar 62,73 persen dari total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Tengah.

"Dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor yang melalui pelabuhan di wilayah Kalteng pada Maret 2024 mengalami peningkatan sebesar 16,87 persen, dari US$56,97 juta menjadi US$64,50 juta," tuturnya.

Peningkatan ini menurutnya didorong oleh naiknya nilai ekspor di berbagai pelabuhan di Kalimantan Tengah. Peningkatan tertinggi terjadi di Pelabuhan Pangkalan Bun sebesar US$7,67 juta atau naik sebesar 303,16 persen.

--page

"Sementara secara year on year, layanan ekspor melalui provinsi lain pada Maret 2024 mengalami penurunan sebesar 34,48 persen dibanding Februari 2023, dari US$411,32juta menjadi US$269,48 juta," tuturnya.

Layanan ekspor melalui provinsi lain menurut Eko secara year to year mengalami penurunan di hampir semua pelabuhan kecuali Pelabuhan Kabil/Panau, Pelabuhan Inobonto dan Pelabuhan Samarinda. Layanan ekspor year on year melalui provinsi lain mengalami penurunan tertinggi pada Pelabuhan Banjarmasin yang mengalami penurunan sebesar US$79,70 juta atau turun 27,56 persen.

"Secara kumulatif pada tahun 2024, bila dibandingikan dengan kumulatif pada tahun 2023, terjadi peningkatan layanan ekspor yang melalui pelabuhan di wilayah Kalteng sebesar US$ 26,37 juta atau naik 16,87 persen yang diakibatkan oleh peningkatan aktivitas ekspor di Pelabuhan Kumai senilai US$15,18 juta atau naik 10,84 persen dan Pelabuhan Sampit senilai US$ 5,34 juta atau naik 59,40 persen," jelasnya.

Sebaliknya, kata Eko, layanan ekspor melalui provinsi lain mengalami penurunan sebesar US$353,31 juta atau turun 26,91 persen. Penurunan ini disumbang oleh penurunan layanan ekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin yang turun senilai US$ 232,91 juta atau turun 26,91 persen. (TESTI PRISCILLA/Y)