SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan, sapi yang berasal dari luar daerah rentan kelelahan dan stres.

"Dari cuaca saat proses pengiriman memang ada pengaruhnya misalnya gelombang yang besar itu berpengaruh terhadap ternak biasanya lebih cepat lelah dan stresnya lebih tinggi," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kotim Endrayatno, Senin, 27 Mei 2024.

DPKP Kotim melakukan pengecekan dan penghitungan peredaran sapi dan kambing jelang Idul Adha di sejumlah lokasi salah satunya di Basmalah Kandang Selatan, Jalan Kopi Selatan Sampit.

Kegiatan tersebut untuk melakukan penghitungan sapi yang ada di Kotim Jelang Idul Adha. Pihaknya sekaligus melakukan pengecekan apabila ditemukan penyakit tertentu akan dilakukan investigasi. Jika diperlukan pihaknyaakan memberikan vitamin atau tata cara lainnya.

Temuan di lapangan, dari sejumlah sapi yang didatangkan dari luar daerah seperti Bali, Madura dan Sulawesi mengalami kelelahan dan stres karena perjalanan. 

--page

"Kalau memang kelihatan sapi lelah atau stres bisa kita tangani dengan mungkin dengan pengobatan atau dengan tindakan tertentu yang tanpa pengobatan misalnya menyiapkan pakan yang bagus," ujarnya.

Menurutnya, pakan rumput yang bagus dapat menekan tingkat stresnya dan kelelahan sapi dan kambing.

Lebih lanjut, sapi yang beredar di daerah ini Jelang Idul Adha sebanyak lebih dari 2.000 ekor sapi dan 660 kambing. Jumlah tersebut diprediksi mampu memenuhi kebutuhan hewan Qurban. 

DPKP Kotim akan melakukan pengecekan antemortem satu pekan sebelum Idul Adha dilanjutkan pemeriksaan post mortem setelah hewan qurban dipotong untuk memastikan hewan Qurban bebas dari segala penyakitdan aman dikonsumsi. (DEWI PATMALASARI/Y)