BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Maret 2024, nilai impor Kalimantan Tengah mencapai US$7,96 juta atau naik sebesar 28,39 persen dibanding Februari 2024 yang tercatat US$6,20 juta.
"Sejalan dengan nilai impor, volume impor Kalteng juga mengalami peningkatan sebesar 14,37 persen, dari 5,96 ribu ton pada Februari 2024 menjadi 8,09 ribu ton pada Maret 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Senin, 27 Mei 2024.
Peningkatan nilai impor ini menurut Eko disebabkan oleh adanya kenaikan impor kelompok non migas dari US$3,63 juta pada Februari 2024 menjadi US$7,20 juta pada Maret 2024.
"Sementara itu, kelompok migas mengalami penurunan dari US$2,57 juta pada Februari 2024 menjadi US$0,76 juta pada Maret 2024," tuturnya.
Dilihat menurut kelompok komoditas non-migas, lanjutnya, industri pengolahan menjadi kelompok yang mengalami peningkatan baik secara nilai maupun volume.
--page
"Kenaikan nilai impor di Kalimantan Tengah pada Maret 2024 dibanding Februari 2024 utamanya didorong oleh meningkatnya nilai maupun volume impor pada kelompok mesin/pesawat mekanik berupa mesin sortir," bebernya. (TESTI PRISCILLA/Y)









