BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sedikitnya 10 ibu-ibu antusias mengikuti pelatihan komputer, di Rumah Pintar Sanggar Rahmat Abah, Kamis (2/6/2016). Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB, di sanggar yang terletak di  Jalan H.M  Taher RT 12 RW 4, Kelurahan Kumai Hilir, Kotawaringin Barat (Kobar), telah ramai. 

Para perempuan paruh baya, yang berdomisili di sekitar tempat belajar tersebut, berkerumun menghadapi  tiga unit komputer, yang telah tersedia ditempat tersebut. Seorang relawan dengan bersemangat menjelaskan cara mengoperasikan komputer tersebut. Beberapa kali gelak tawa mereka terdengar. Tawa dipicu oleh celetukan jenaka seorang ibu yang nampak kebingungan cara mengoperasikan komputer.


Walau demikian, nampak jelas terlihat semangat ibu-ibu tersebut untuk bisa mengoperasikan komputer. "Kena handak meulah pesbuk. Nyaman kawa jua manjual abon lawan keporok pakai enernet (Nanti saya ingin membuat facebook. Biar bisa menjual abon dan kerupuk menggunakan internet," ujar Rahimah warga Jalan Pemuda Selatan RT 16 Kelurahan Kumai Hilir.

Saat ditanyakan apakah sudah mengerti menggunakan komputer, perempuan setengah baya tersebut langsung menatap Muhammad Yusup (32) atau yang dikenal dengan nama Hamid, pengelola tempat belajar tersebut.

"Kena ai Hamid nang manolongi mampromosiakan di enternet (nanti saya minta Hamid membantu mempromosikan di internet)," ujar pengusaha skala rumah tangga yang bergerak di bidang pembuatan abon dan kerupuk tenggiri ini sambil tertawa.

Menurut Hamid,  kegiatan ini sebagai upaya menambah pengetahuan kamum ibu rumah tangga yang memiliki profesi sampingan sebagai pengusaha kecil makanan olahan di sekitar rumah belajarnya. Di situ mereka bisa mendapatkan pengetahuan pemasaran praktis untuk mengembangkan usahanya.

"Caranya kita berikan pengetahuan menggunakan komputer. Teknik  berpromosi sederhana dan murah meriah menggunakan media sosial Facebook. Tentunya pengetahuan tersebut harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dan gampang dipahami oleh mereka. Karena beberapa dari peserta pelatihan ada yang pertama kali memegang komputer," jelas Hamid.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bisa terselenggara atas bantuan  Program Perpuseru dan pendampingan perpustakaan yang diselenggarakan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kobar.

"Sehingga tidak hanya anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggal saya saja yang mendapatkan pengetahuan. Kaum ibu juga tidak ketinggalan. Karena pengetahuan penggunaan komputer dan pemasaran sederhana menggunakan media sosial, sangat berguna untuk memperluas wilayah penjualan produk makanan yang dijual mereka," katanya. (WAHYU KRIDA/N).