BORNEONEWS, Sampit - Penderitaan Wahyu Putra Setiawan (7) menggugah para dermawan untuk membantu. Anak pasangan Sulistiyo (29)-Wiwi Siska Wati (27) ini, membutuhkan bantuan dana berobat atas penyakit Hisprung yang dideritanya sejak lahir. Sejumlah komunitas menggelar Aksi Peduli Wahyu, menggalang dana untuk pengobatan bocah yang telah menjalani enam kali operasi di usia dini itu.
Hal itu mengundang banyak komunitas di Kota Sampit yang ingin membantunya, baik berupa tenaga maupun materil. Seperti katan Tedi Kustandi, dosen Universitas Darwan Ali (UNDA), yang juga koordinator penggalangan dana. Mereka akan melakukan penggalangan di sejumlah ruas jalan dan tempat keramaian di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
“Kami akan menggalang dana di Bundaran Pentol, Jalan A Yani, Taman Kota Sampit, dan Juga Ikon Kota Ikan Jelawat,” ujar Tedi, Kamis (2/6/2016).
Penggalangan dana tersebut akan dilaksanakan Sabtu (4/6/2016) sore dan Minggu (5/6/2016) pagi. Dalam aksi tersebut, Tedi tidak hanya sendiri. Seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kota Sampit, serta komunitas-komunitas seperti Club Motor, Hijaber, dan juga grup di media sosial, ikut terlibat.
“Kami juga sudah mengundang sejumlah komunitas untuk terlibat langsung dalam aksi peduli Wahyu ini, dan itu akan kami laksanakan selama dua hari,” ungkap Tedi.
Harapan dalam aksi ini adalah satu tujuan, yakni membantu Wahyu dalam bentuk materil, dan juga doa. Sehingga mereka berharap agar apa yang dilakukan mereka tersbeut dapat memberikan keringan terhadap orangtua anak itu, yang mana sejauh ini hanya menggunakan dana yang cukup pas-pasan.
Selain itu, dengan bantuan tersebut mereka sangat berharap agar penyakit yang diderita anak berusia tujuh tahun tersebut dapat segera sembuh, dan bisa hidup normal seperti anak-anak lain di luar sana.
Wahyu adalah anak yang memiliki masalah dalam sitem pencernaannya. Usus besarnya tak memiliki syaraf, sehingga harus dibunang. Untuk dapat mencerna makanan dia menggunakan usus kecil yang langsung ditempelkan ke dinding perut. Untuk buang air besar (BAB), melalui lubang buatan tersebut.
Operasi sudah dilakukan sebanyak enam kali, namun hal itu tidak juga membuatnya sembuh. Saat ini, bocah malang tersebut masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit, karena asupan nutrisi yang masuk ke tubuhnya hanya melalui inpus. (M. HAMIM/N).








