BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bekaca dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Lamandau sebelumnya, tensi politik Pilkada lebih tinggi dan lebih kompleks dibanding pemilihan umum (Pemilu) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) serta Legislatif (Pileg).
Gambaran kondisi itu disampaikan Ketua KPU Kabupaten Lamandau, Wawan Kusnadi saat menjadi narasumber pada kegiatan pembekalan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Lamandau di Aula Bappeda dan Litbang Kabupaten Lamandau.
“Seperti kita tahu, untuk Pilkada Kabupaten Lamandau ini nanti, tensinya agak berat. Kalau Pilpres kan lebih cendrung di pusat jadi tensinya kuat (dipusat). Kalau kita kan didaerah jadi presiden tingkat daerah Kabupaten Lamandau,” kata Wawan, Selasa, 28 Mei 2024.
Wawan juga mengingatkan sejumlah titik kerawanan yang perlu diantisipasi sejak dini pada Pilkada serentak pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lamandau. Hal itu diharapkan bisa menjadi perhatian bagi PPK yang akan bertugas di 8 Kecamatan pada Pilkada 2024.
Ia juga meminta kepada PPK hingga petugas tingkat kelurahan, agar selalu menjaga netralralitas, karena akan banyak kepentingan pada momentum Pilkada mendatang, terlebih jika pasangan calon head to head atau dua pasangan calon.
--page
“Apalagi nanti kalau calonnya cuma ada dua paslon. Kita berharap lebih lah (dari dua calon),” harapnya.
Wawan menjelaskan, Pilkada yang dijadwalkan serentak pada November 2024 mendatang, saat ini tengah memasuki tahapan persiapan pemutakhiran data pemilih atau muntarlih yang akan dilakukan petugas pemutakhiran pemilih (Pantarlih).
“Setelah melakukan bimbingan teknis kepada PPS, nantinya kita akan rekrut Pantarlih,” bebernya.
Ia berharap, semua tahapan berjalan dengan lancar. Wawan juga berpesan agar penyelenggara pemilihan ditingkat Kecamatan maupun Kelurahan/Desa bekerja sesuai aturan serta tetap menjaga integritas. (HENDI NURFALAH/j)









