PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Akademisi dari Universitas Sumatera Utara atau USU, Profesor Rahmawaty menyampaikan pentingnya kolaborasi dan sinergitas dalam penerapan standar instrumen lingkungan hidup dan kehutanan.

"Kolaborasi yang dijalin haruslah pentahelix, artinya harus ada kolaborasi dari lima unsur penting yaitu akademisi, badan usaha, komunitas, pemerintah dan publikasi media," kata Prof Rahmawaty dalam rilisnya pada Rabu, 29 Mei 2024.

Hal ini disampaikan Profesor Rahmawaty saat menjadi salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion atau FGD bertajuk Kolaborasi dan Sinergitas Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tingkat Tapak yang digelar Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau BPSILHK Aek Nauli di Grand Kanaya.

"Konsep pentahelix yang menggabungkan peran akademisi, badan usaha atau bisnis, komunitas, pemerintah, dan media ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pengetahuan yang memiliki potensi bertransformasi menjadi produk maupun jasa yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat," terangnya.

Dengan menemukan pola kemitraan melibatkan berbagai pihak dan peran, tuturnya lagi, tujuan tersebut juga mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals atau SDGs.

--page

"Ini akan mendukung SDGs dalam mencapai percepatan pembangunan ekonomi, ketahanan pangan dan energi, kesejahteraan, dan perbaikan lingkungan hidup," terangnya.(TESTI PRISCILLA/H)