BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Kapuas telah melaksanakan pelatihan keamanan pangan bagi pengelola dan penjamah makanan.
Kegiatan ini diikuti peserta yang terdiri dari pemilik/penjamah makanan seperti depot air minum isi ulang, jasaboga dan pabrik tempe.
Kepala Dinkes Kapuas, dr Tonun Irawaty Panjaitan mengatakan tujuan diadakannya pelatihan tersebut agar peserta mampu menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu dan juga merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
"Dengan sudah diadakannya kegiatan pelatihan keamanan pangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mengolah pangan," katanya, Rabu, 29 Mei 2024.
Sehingga, tidak ada cemaran baik fisik, biologi maupun kimia yang ikut masuk dalam pangan baik itu melalui tempat pengolahan, peralatan yang digunakan, perilaku penjamahnya sendiri atau dari bahan makanannya agar aman bagi konsumen.
Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu dari Dinkes Provinsi Kalimantan Tengah, Dinkes Kapuas Seksi Kesehatan Lingkungan, Dinas PMPTSP, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI).
--page
Materi yang disampaikan adalah, keamanan pangan, persyaratan spesifik, hygiene sanitasi depot air minum, personal hygiene sanitasi depot air minum, kebijakan orientasi depot air minum, sanitation standar operasional prosedur, sanitasi mutu keamanan pangan.
Kode segitiga di bawah kemasan plastik, sosialisasi penyelenggara perizinan berusaha dan mekanisme penerbitan SLHS melalui sistem OSS, kebijakan SLHS dan label pada usaha, program penyehatan dasar dan penilaian mandiri. (DODI/R)








