KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Perikanan, mengusulkan kelanjutan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk nelayan kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kepala Dinas Perikanan Seruyan, Halidah, menyatakan bahwa usulan program tersebut ditujukan untuk para nelayan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Danau Sembuluh dan Kecamatan Hanau.

Dalam usulan yang disampaikan ke Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kabupaten Seruyan mengusulkan sebanyak 1.175 nelayan penerima dari kedua kecamatan tersebut.

“Sebelumnya, pihak dari perencanaan Ditjen Migas telah melakukan kunjungan untuk melihat langsung para nelayan calon penerima program konversi BBM ke BBG,” kata Halidah, Rabu, 29 Mei 2024.

Halidah menambahkan bahwa penggunaan bahan bakar gas sangat ekonomis dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar minyak, sehingga pemerintah terus mendorong program tersebut untuk membantu para nelayan.

--page

“Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ditjen Migas, konversi ke BBG ini dapat menghemat 30-50 persen biaya operasional jika dibandingkan dengan penggunaan BBM,” tambahnya.

Program konversi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para nelayan, tidak hanya dari segi penghematan biaya, tetapi juga dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. (FAHRUL/R)