BORNEONEWS, Kotim - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara semua hasil pembangunan. Di samping kualitas, kesadaran masyarakat menjaga dan merawat hasil pembangunan selama ini kurang baik, sehingga manfaatnya belum begitu dirasakan.


“Siapa lagi kalau tidak kita yang memelihara milik kita. Semua hasil pembangunan di daerah ini, milik kita, manfaatnya untuk kita bersama, maka itu mari merawatnya bersama sama,” kata Wakil Bupati Kotim, M Taufiq Mukri saat membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJM) Kotim 2016-2021 di Aula Beppeda Kotim, Kamis (2/6/2016).

Semua pembangunan yang dilakukan pemerintah tujuannya, untuk kesejahteraan masyarakat. Khususnya fisik atau infrastruktur hasil pembangunan itu membutuhkan perawatan untuk dapat bertahan lama dan berdayaguna bagi masyarakat. Dalam hal ini rasa memiliki dari semua hasil pembangunan harus tertanam pada masyarakat. Jika tidak, sebagus apapun kualitas hasil pembangunan diyakini tidak akan berdayaguna bagi masyarakat.

Kepada aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, diminta dapat melaksanakannya dengan baik, sesuai standar pekerjaan yang telah dibuat.

“Kami tidak akan mentolerir ASN yang turut bermain dengan rekanan dalam melaksanakan kegiatan fisik yang berkualitas asal jadi. Jika terbukti, selain akan berhadapan dengan hukum, kita juga akan menindak tegas ASN tersebut sesuai kedinasan,” katanya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pembangunan infrastruktur relatif banyak di daerah itu, di antaranya pengaspalan sejumlah jalan dalam Kota Sampit menggunakan hotmix, pembukaan jalan baru di wilayah-wilayah pelosok, jalan ekonomi, pendidikan, pembangunan bidang kesehatan, pertanian, dan sebagainya.

Meski demikian hingga kini juga masih banyak pembangunan yang belum terselesaikan, maka itu kekompakan dari masyarakat juga sangat diharapkan, karena tanpa dukungan masyarakat mustahil akan terwujud.

Menurutnya, apa yang dilaksanakan selama ini belum bisa membuat masyarakat puas akan hasil pembangunan yang telah dilakukan pemerintah kabupaten hingga pemerintah pusat. (RAFIUDIN/N).