BORNEONEWS, Kobar - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan operasi pasar untuk menekan harga-harga kebutuhan pokok. Pasokan kebutuhan pokok masih aman dan cenderung stabil, hanya sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik menjelang bulan suci Ramadan 2016.

Kepala Disperindag Kobar, Jahotler Lumban Gaol mengatakan, menjelang bulan puasa pihaknya terus melakukan operasi pasar. Terlebih adanya kenaikan sejumlah kebutuhan pokok yang mencapai 70 persen. Tentu hal ini harus ditekan seminim mungkin agar tidak memberatkan bagi masyarakat.

"Terkait adanya kenaikan harga yang cukup tinggi, kita dari Disperindag sudah melakukan operasi pasar selama tiga kali," kata Jahotler Lumban Gaol.

Menurut Jahotler, selama operasi pasar memang ada harga yang melambung tinggi. Salah satunya gula yang kenaikannya cukup signifikan yang mencapai Rp18 ribu dari sebelumnya Rp11 ribu per kilogram.

"Padahal dari segi pasokan aman-aman saja dan tidak ada kekurangan. Namun harganya tinggi dan kita disini hanya bisa mengimbau agar tidak menaikan harga terlalu tinggi," katanya.

Terlebih, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak untuk kenaikan harga kebutuhan pokok. Mengingat semua pasokan itu adalah milik dari para pedagang masing-masing. 

"Jadi hal seperti ini sifatnya musiman, nanti kalau sudah puasa kembali turun harga-harganya. Sedangkan naik lagi nanti menjelang lebaran," ujarnya.

Namun, tambah Jahotler, untuk pasokan kebutuhan sembako di pasar-pasar sudah mulai dilakukan. Pasalnya saat ini banyak masyarakat yang ingin belanja kebutuhan kebutuan saat ramadan nanti. 

"Kalau kami lihat, aman saja untuk pasokan harganya. Mudahan nanti lagi para pedagang bisa mengira-ngira dan jangan terlalu tinggi menaikan harga kebutuhan pokok," katanya. (CR-1/N).