PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Standar instrumen lingkungan hidup dan kehutanan atau LHK perlu memperhatikan perubahan iklim yang saat ini tengah terjadi.

"Harus ada perhatian khusus terhadap adaptasi dan mitigasi perubahan iklim untuk memenuhi standar instrumen lingkungan hidup dan kehutanan," kata Profesor Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara atau USU dalam rilisnya pada Jumat, 31 Mei 2024.

Hal ini disampaikan Profesor Rahmawaty saat menjadi salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion atau FGD bertajuk Kolaborasi dan Sinergitas Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tingkat Tapak yang digelar Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau BPSILHK Aek Nauli di Grand Kanaya.

"Standar lingkungan yang baik harus mencakup upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim," tegas Guru Besar USU ini.

Kolaborasi dan sinergitas menurut Prof Rahmawaty akan memungkinkan pengembangan strategi yang lebih holistik dan terintegrasi.

--page

"Tentu harus ada kolaborasi untuk memastikan dan memungkinkan pengembangan strategi yang lebih holistik dalam menghadapi tantangan iklim, baik di tingkat lokal maupun global," bebernya.(TESTI PRISCILLA/H)