BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Tim Riset Bidang Pasca Panen dan Pengolahan, Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau DRPM ITS, Erwin Widodo mengungkapkan bahwa dengan adanya program Grant Riset Sawit atau GRS dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS mampu membantu kembangkan inovasi.
"Program GRS ini mampu membantu riset yang sedang dikembangkan oleh ITS selama ini dapat memberikan dampak yang signifikan untuk Indonesia," kata dosen yang akrab disapa Eru ini dalam rilis yang dikirimkan BPDPKS pada Jumat, 31 Mei 2024.
Dosen yang juga menjadi salah seorang penerima Program Grant Riset Sawit ini menuturkan bahwa penelitian yang akan dilakukannya dengan dana dari BPDPKS ini diharapkan mampu memberi kontribusi bagi kemajuan industri kelapa sawit.
"Program ini membawa kemajuan riset dari yang selama ini hanya di lingkup kampus, kini bahkan bisa sampai nasional," terang dosen yang membawa inovasi Egrek Digital: Inisiatif Substitusi Impor dan Peningkatan Efisiensi Panen TBS Kelapa Sawit ini.
Selanjutnya, dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS ini berharap dapat menyalurkan kebermanfaatan risetnya secara nyata ke masyarakat.
--page
"Ide inovasi tidak boleh berhenti sampai pada dokumen atau karya tulis saja. Namun, harus dapat dirasakan dan juga direalisasikan untuk khalayak luas. Setelah sudah dirasakan oleh masyarakat Indonesia, kami harap inovasinya dapat diproduksi massal untuk kegiatan ekspor," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/H)









