PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penerapan standar lingkungan dalam perizinan berusaha untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup penting untuk dilakukan. Karenanya, diperlukan kolaborasi dan sinergitas untuk melengkapi perbedaan demi mencapai hasil yang lebih besar.

"Dengan bersinergi, kita dapat saling mengisi dan melengkapi perbedaan untuk mencapai hasil yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan hasil kerja sendiri-sendiri," kata Akademisi Universitas Sumatera Utara atau USU, Profesor Rahmawaty dalam rilisnya pada Jumat, 31 Mei 2024.

Hal ini disampaikan Profesor Rahmawaty saat menjadi salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion atau FGD bertajuk Kolaborasi dan Sinergitas Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tingkat Tapak yang digelar Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau BPSILHK Aek Nauli di Grand Kanaya.

"Dengan sinergi kita dapat membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang produktif dan professional serta kemitraan yang harmonis dari para stakeholder yang merupakan upaya untuk menghasilkan produk dan jasa," jelas Guru Besar Kehutanan USU ini lagi.

Sementara dengan kolaborasi, lanjutnya, akan membuahkan hasil apabila para pihak aktif saling memberi, berkontribusi atau berbagi untuk membangun kerjasama yang produktif.

--page

"Makanya dengan menemukan pola kemitraan melibatkan berbagai pihak dan peran, tujuan tersebut juga mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals atau SDGs dalam mencapai percepatan pembangunan ekonomi,  ketahanan pangan dan energi, kesejahteraan, dan perbaikan lingkungan hidup," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)