BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS telah memulai tahapan monitoring dan evaluasi atau monev dalam Program Grant Riset Sawit atau GRS 2024. Tujuh bidang penelitian didanai melalui program ini.
"Program ini mencakup tujuh bidang, pertama bioenergi, kedua biomaterial dan oleokimia, ketiga itu bidang pangan, pakan, kesehatan, lalu bidang keempat ialah lahan, tanah, dan budidaya," kata Kepala Divisi Program Pelayanan pada BPDPKS, Arfie Thahar dalam rilisnya pada Jumat, 31 Mei 2024.
Bidang kelima, lanjut Arfie, ialah pasca panen dan pengolahan, keenam bidang pengolahan limbah dan lingkungan, lalu yang ketujuh dan terakhir mencakup bidang sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan teknologi informasi dan komunikasi atau TIK.
"Program GRS dilakukan dengan tujuan mendukung pendanaan penelitian dan pengembangan di lembaga-lembaga riset Indonesia," tutur Arfie lagi.
Dukungan ini menurutnya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan dalam industri kelapa sawit.
--page
"Melalui Program Grant Riset Sawit 2024 BPDPKS mengundang periset dari lembaga penelitian dan pengembangan untuk mengajukan usulan proposal penelitian," katanya.(TESTI PRISCILLA/Y)









