BORNEONEWS, Murung Raya - Bupati Murung Raya, Perdi M Yoseph menyayangkan produk olahan lokal tidak berkembang. Ia minta semua pihak mengembangkan serta berkreasi agar produk olahan daerah dikenal luas. Meski potensinya besar, belum produk olahan berbasis sumber daya lokal yang menjadi andalan Kabupaten Mura.
"Sering tamu dari luar daerah bertanya kepada saya apa oleh-oleh khas Kabupaten Mura. Kadang saya bingung jadi diarahkan saja ke arah Pasar Pelita," ungkap Bupati Perdi M Yoseph, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan lomba cipta menu yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tira Tangka Balang, Kota Puruk Cahu, Jumat (3/6/2016).
Perdi menyatakan, bila ada pihak yang berani berinovasi dalam mengembangkan produk lokal, pihak pemerintah daerah berani membantu. Sayangnya, sampai sekarang masih belum ada, karena berbagai masalah, terutama menyangkut bahan atau pun modal.
Padahal, kata Perdie, dari segi bahan makanan khas, Mura tidak kalah dengan kabupate lain, contohnya buah durian asal Mura yang terkenal.
Perdie mengapresiasi Lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang, adan aman (B2SA) tingkat Kabupaten Mura 2016. Ia menilai kegiatan tersebut, menjadi salah satu gerakan memperkenalkan penganan lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan daerah lain.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Mura, Abrianor mengatakan untuk pelaksanaan kegiatan tahun ini bisa terbilang sukses, sebab diikuti lebih banyak peserta dibandingkan tahun 2015. Tahun ini diikuti 38 SKPD. 28 dari unsuk dinas, badan dan kantor, dan 10 lainya dari kecamatan. Para pemenang dari kegiatan ini akan mewakili Mura pada kegiatan serupa di tingkat provinsi Kalteng, di Kabupaten Barito Timur (Bartim). (SUPRI ADI/N).








