PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Koordinator Narasumber IPB Training sekaligus perwakilan dari Institut Pertanian Bogor, Hariyadi mengatakan bahwa pihaknya mengharap agar para peserta dapat menambah pengetahuan baru dalam budidaya sawit.

Karenanga IPB Training dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS menggelar kegiatan pelatihan ini diberikan kepada 84 petani sawit dan dilangsungkan selama lima hari yakni 27-31 Mei 2024 di salah satu hotel di kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Dengan terlaksananya kegiatan pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan para petani sawit untuk peningkatan produksi dan pemeliharaan sawit yang optimal serta dapat bersaing di pasar global," kata Hariyadi rilisnya pada Sabtu, 1 Juni 2024.

Sementara itu, perwakilan dari Ditjen Perkebunan selaku Ketua sekretariat Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit, Eva Lizarmi menyampaikan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit harus diimbangi dengan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan dari para petani.

"Karenanya petani diharapkan mampu melakukan kegiatan Budidaya sesuai dengan Good Agriculture Practices atau GAP sehingga target produktivitas yang diharapkan per tahunnya bisa tercapai karena saat ini masih rendah meskipun areal lahan sudah luas," tuturnya.

--page

Pada kesempatan yang sama, Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi mengutarakan pihaknya meminta seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik dan serius.

"Besar harapan saya kepada para peserta pelatihan ini untuk dapat menyerap setiap materi yang diberikan serta bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini, sehingga ilmu pengetahuan yang didapatkan dapat diterapkan nantinya," harapnya.

Hal senada disampaikan, Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Simpra Tajang yang berharap kegiatan pelatihan SDMPKS dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani sawit sehingga dapat meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola sawit.

"Dengan adanya kegiatan ini, petani sawit Morowali Utara dapat semakin terampil dalam mengurus kebun sawitnya," tutur Simpra. (TESTI PRISCILLA/H)