PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah (Disbudpar Kalteng) Adiah Chandra Sari menjelaskan perbedaan perputaran uang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2023 dan 2024.

Katanya, perputaran uang total secara keseluruhan dalam kegiatan FBIM 2024 sekitar Rp.20 miliar. Sedangkan, FBIM 2023 dalam kegiatan tersebut terjadi transaksi atau perputaran ekonomi berkisar Rp 7 miliar.

"FBIM ini, penyelenggara belum menghitung secara rinci perputaran ekonomi atau nilai transaksi yang terjadi, hanya saja diperkirakan juga mencapai miliaran rupiah. Artinya ekonomi masyarakat kita berkembang dengan baik," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah Adiah Chandra Sari, Sabtu, 1 Juni 2024.

Adanya FBIM setiap tahun sekaligus menjadi ajang promosi strategis yang membawa keuntungan bagi pariwisata di Kalteng. Hal ini membuktikan agenda budaya yang dikemas secara profesional mampu melahirkan citra bagus di mata para pecinta budaya dan para wisatawan, sehingga mampu memberi nilai tambah dan nilai ekonomi bagi masyarakat dan kemajuan daerah.

"Setiap tahun perputaran uang terus mengalami peningkatan. Hal ini memacu pertumbuhan ekonomi daerah, penyelenggaraan FBIM ini juga dinilai berhasil mengedukasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap seni dan budaya daerah," bebernya.

--page

Suksesnya FBIM akibat kerjasama semua pihak. Katanya, terkait UMKM  FBIM 2024  sebagian besar dari Kota Palangka Raya, dari Kalimantan Barat, kemudian juga ada dari Kalimantan Timur yang ikut membawa produknya untuk berjualan diakomodir Dinas Koperasi Kalteng.

"Festival ini juga menjadi bagian dari gerakan nasional, bangga berwisata di Indonesia dan bangga buatan Indonesia, yang mana telah menarik sebanyak kurang lebih 90 ribu pengunjung," tandasnya. (MARINI/H)