BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah persaingan ketat sejak Februari 2024, akhirnya Natasya Faskadhini dan Efrian Kurniawan dinobatkan sebagai Duta Bahasa Kalteng 2024 pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Kalteng yang diselenggarakan di hotel di Kota Palangka Raya, Sabtu malam 1 Juni 2024.
Kebetulan sama-sama mengenakan busana berwarna merah, Natasya Faskadhini dari Kabupaten Barito Selatan dinobatkan sebagai Terbaik I Duta Bahasa Kalteng Putri, sementara Efrian Kurniawan dari Kabupaten Pulang Pisau sebagai Terbaik I Duta Bahasa Kalteng Putra 2024.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada sepasang anak muda yang akan mewakili Kalteng dalam ajang pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional mendatang.
"Kemungkinan terbesar adalah peringkat pertama satu pasang akan kita kirimkan ke Jakarta untuk mengikuti Duta Bahasa pada tingkat nasional," kata Muis saat membuka kegiatan yang baru berakhir menjelang tengah malam itu.
Di tingkat nasional nanti menurut Muis, wakil dari Kalteng ini akan dikumpulkan bersama Duta Bahasa perwakilan dari seluruh Indonesia.
"Di sana nanti pemenang seluruh Indonesia ini akan dikarantina lagi, kalau tidak salah satu minggu. Materi yang akan diperoleh di sana jauh lebih berat daripada yang diperoleh di sini," tutur Muis lagi.
Dirinya berpesan agar pasangan Duta Bahasa ini dapat membawa nama baik pribadi, nama baik orang tua, kampus, kabupaten, dan terakhir bawalah nama baik Kalimantan Tengah.
"Kelak semua aspek akan dinilai ketika adik-adik tiba pada kesempatan mengikuti pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional. Biasanya di sana akan ada materi dari Putri Indonesia, materi tentang public speaking oleh narasumber yang sangat kapabel, jadi mohon itu diperhatikan betul-betul," beber Muis lagi.
Kepala Balai Bahasa ini juga berpesan agar wakil dari Kalteng ini dapat berusaha maksimal di tingkat nasional mendatang.
--page
"Pesan saya, nanti dikirim ke Jakarta berusahalah tampil maksimal, tampil seprima mungkin tetapi tidak usah memikirkan anak menang atau kalah. Jika itu sudah dipersiapkan terserah nanti juri akan menilai seperti apa. Karena sesungguhnya juri adalah tangannya tidak lain tidak bukan digerakkan oleh Tuhan. Kalau peserta itu memang bagus pastilah juri itu akan menilai menjadi bagus," kata Muis berpesan.(TESTI PRISCILLA/R)









