PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penjabat atau Pj Sekda Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan bahwa masalah intolerasi merupakan satu dari tiga tantangan bagi pembangunan di Kota Palangka Raya.

"Meningkatnya intoleransi di Indonesia merupakan salah satu tantangan bagi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional atau RPJPN dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah atau RJPD," kata Zaini pada Sabtu, 1 Juni 2024.

Hal ini disampaikan Zaini dalam kegiatan silaturahmi oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kabupaten Barito Kuala atau Batola, Kalimantan Selatan ke MUI Kota Palangka Raya. Kegiatan ini dilaksanaka di Rujab Wali Kota Palangka Raya, bertepatan dengan momen Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2024.

"RPJPN dan RPJD juga harus diwujudkan dengan membangun sejak sekarang dan semua pihak harus mendukung," katanya lagi 

Memang menurutnya tantangan pembangunan tetap ada. Tiga diantaranya adalah pertama, kesenjangan ekonomi.

"Data BPS mengemukakan masih ada jarak miskin dan kaya di desa dan di kota, salah satu penyebabnya lapangan kerja belum merata. Kedua, ketimpangan dalam pendidikan. Ketiga, meningkatnya intoleransi di Indonesia. Ini perlu mendapat perhatian kita semua," tegasnya.

--page

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Panitia Silaturahmi MUI Kota Palangka Raya, Ustaz H Sa'aduddin Baya, Ketua MUI Kota Palangka Raya, K H Zainal Arifin diwakili Wakil Ketua Ustaz H Amanto Surya Langka, serta Ketua MUI Batola, KH Ahmad Jiansie Majedi bersama rombongannya. (TESTI PRISCILLA/j)