PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dialog santai pimpinan MUI Kota Palangka Raya dan MUI Kabupaten Barito Kuala atau Batola, Kalimantan Selatan mengemuka. Terkait kerukunan hidup bersama dalam keberagamaan, itu bisa tetap terjalin dengan sikap saling menghargai.

"Keharmonisan harus dibangun di semua elemen, apalagi menjelang makin dekatnya Pilkada Serentak. Setiap masalah mesti diselesaikan dengan kebersamaan," kat Ketua MUI Kota Palangka Raya, K H Zainal Arifin diwakili Wakil Ketua Ustaz H Amanto Surya Langka.

Hal ini tersampaikan dalam kegiatan silaturahmi oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kabupaten Barito Kuala atau Batola, Kalimantan Selatan ke MUI Kota Palangka Raya. Kegiatan ini dilaksanaka di Rujab Wali Kota Palangka Raya, bertepatan dengan momen Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2024.

Menyinggung adanya ajaran sempalan atau aliran yang menyesatkan atau persoalan Kerukunan, MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB menurut Amanto selalu bekerja sama untuk melakukan pendekatan dan peringatan untuk meluruskan dan merukunkan.

"Memang sempat ada sempalan atau aliran yang menyimpang, itu hanya ada secara personal, dan tidak ada gerakan organisasi untuk merekrut pendukung," tuturnya.

--page

Merespons hal itu, pimpinan MUI Batola, KH Ahmad Jiansie Majedi mengemukakan bahwa dari kunjungan ini pihaknya akan membandingkan, mengkaji, dan menerapkan hal baik di wilayahnya.

"Untuk di wilayah Batola kebetulan hanya ada dua ormas Islam besar, yakni NU dan Muhammadiyah. Tentu tidak sebanyak ormas muslim di Palangka Raya. Namun, suasana kerukunan ini tentu bisa menginspirasi agar tetap bisa mewujudkan ukhuwah serta kerukunan dengan semua pihak tanpa ada sempalan yang menyesatkan," katanya.

Silaturahmi pun dilengkapi dengan makan siang sederhana bersama. Syukur nikmat rezeki silaturahmi pun langsung tampak. Semoga silaturahmi menguatkan takwa dan mengeratkan tali ukhuwah. (TESTI PRISCILLA/j)