PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman mengatakan bahwa realisasi pendapatan pengelolaan dana sawit pada tahun 2023 mencapai Rp2.077 Miliar atau 289 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan.

"Namun demikian, dalam rangka mengoptimalkan pendapatan dari pengelolaan pendanaan, Dewan Pengawas mencermati bahwa Pejabat Pengelola masih memiliki ruang untuk meningkatkan kinerja," kata Eddy dalam keterangan resminya pada Senin, 3 Juni 2024.

Pagu anggaran Dana Cadangan yang ditetapkan dalam Rincian Bisnis Anggaran Tahun 2023 sebesar Rp500 Miliar, kata Eddy lagi, sedangkan sesuai arahan kebijakan Komite Pengarah, alokasi Dana Cadangan dapat mencapai maksimal adalah Rp689 Miliar atau baru mencapai 72,6 persen.

"Selain pendapatan dari pengelolaan dana, sebanyak 93,70 persen pendapatan BPDPKS bersumber dari pungutan ekspor dan 0,29 persen bersumber dari pendapatan lain-lain," bebernya.

Pada tahun 2023, lanjutnya, pendapatan BPDPKS dari pungutan ekspor mencapai Rp33.393 Miliar atau menurun 6,7 persen dari tahun 2022.

--page

"Hal ini disebabkan rata-rata harga referensi CPO tahun 2023 lebih rendah 28 persen yoy," jelas Eddy. (TESTI PRISCILLA/y)