SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Amin Sampit dinyatakan telah menyelesaikan pendidikannya ditandai dengan syukuran kelulusan.

Pada momen itu, Pimpinan Pondok Pesantren, Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar mengatakan, kelulusan merupakan tonggak awal mengamalkan ilmu untuk kebaikan dunia dan akhirat. 

"Hari ini begitu istimewa dan bersejarah bagi kita semua. Di satu sisi kita merasa bangga atas keberhasilan anak-anak kita mencapai satu tonggak penting dalam perjalanan hidup," kata Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar, Senin, 3 Juni 2024.

Kelulusan adalah wujud kerja keras, disiplin, dan tekad kuat para santri dalam menempuh pendidikan. Namun peran guru, orangtua, dan segenap civitas akademika juga berperan dalam membimbing dan mendukung langkah santri.

Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar
Foto bersama santri Darul Amin Sampit usai melaksanakan kelulusan. 

Ustadz Rayyan mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir perjuangan. Perjalanan masih panjang dan tantangan ke depan akan semakin berat.

--page

"Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan mengasah diri. Tingkatkan ilmu, akhlak, keterampilan, serta semangat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan umat manusia," ujarnya.

Mereka adalah harapan masa depan. Sehingga harus mengmalkan ilmu yang untuk kebaikan, cerdas, kreatif, mandiri dan berkarakter mulia agar mampu memberi sumbangsih bermakna bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara tercinta.

Ia juga mengengingatkan kepada Alumni Pondok Pesantren Darul Amin Sampit bahwa setelah lulus tak menghentikan langkah untuk terus belajar. 

"Diceritakan bahwa Imam Al Ghazali selalu dibawa ayahnya dalam majlis ilmu, setiap berada di majlis ilmu sang ayah selalu mendoakan agar anaknya kelak Imam Abu Hamid Al Gazali menjadi ulama sebagaimana ulama yang berada di mimbar pengajian itu," ujarnya. 

Sehingga terwujud Al-imam Al-ghazali menjadi ulama yang mashur sampai sekarang dan karangan kitab-kitab beliau tersebar di suluruh dunia hingga saat ini bermanfaat untuk umat muslim di dunia. (DEWI PATMALASARI/H)