BORNEONEWS, Sukamara - Pemkab Sukamara laksanakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pada kegiatan intervensi serentak stunting pada Senin, 3 Juni 2024.
Pejabat Bupati Sukamar, Kaspinor mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari arahan dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) terkait pencegahan stunting yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada bulan Juni 2024.
“Dan juga hal tersebut Dina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.5.3/3161/BANGDA tanggal 13 Mei 2024, tentang pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di daerah,” ucap Kaspinor.
Kaspinor menuturkan gambaran status gizi Sukamara pada SSGI 2022 berada diangka 21,8 persen dan untuk 2023 hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 29,1 persen atau naik menjadi 7,3 persen.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Sudah menjadi tugas bersama dalam membangun sinergi kolaborasi dan keterlibatan semua pihak yang ada di negara ini untuk mencegah stunting,” ujarnya.
Dengan membangun sinergi, kolaborasi dan akselerasi semua pihak, baik itu masyarakat, swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, serta pihak-pihak lainnya dapat membangun generasi masa depan menjadi generasi yang unggul, berdaya saing dan berkualitas.
--page
“Karena tanpa komitmen dan kemajuan yang kuat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting, maka gerakan yang kita lakukan hari ini pastinya sia-sia, dan dapat dipastikan kegiatan kita hanya sebatas semboyan tetapi miskin gerakan,” pungkas Kaspinor. (NORHASANAH/R)









