BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Bungur, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun senang karena jalan akses ke desanya mulai diperhatikan Pemkab Kobar. Meski awalnya warga membuat aspirasi dan pengumpulan dana untuk perbaikan jalan, pemerintah pun tak menutup mata untuk memperbaiki akses jalan tersebut.

"Ya sudah mulai diperhatikan, kami mintanya jalan ini diaspal secara keseluruhan," kata salah satu warga, Jumat (3/6/2016).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kobar, Juni Gultom, mengatakan, pemerintah sudah melakukan perbaikan jalan tersebut menggunakan dana swakelola. "Sudah selesai bantuan untuk meningkatkan infrstruktur di jalan tersebut. Saat ini yang bisa kita lakukan baru pengerjaan itu, untuk pengaspalan dananya belum tersedia." 

Sebelumnya, kondisi jalan Bungur-Sungai Tatas rusak parah. Jalan sepanjang 5 kilometer tersebut tak pernah tersentuh pembangunan dari Pemkab Kobar. Saking parahnya, salah seorang warga di RT 26, Dusun Bungur terpaksa melahirkan di tengah jalan yang menghubungkan Pangkalan Bun dengan Desa Natai Baru dan Desa Purbasari itu.

"Saat mau dibawa ke rumah sakit menggunakan pick up, dia melahirkan di jalan. Dia tidak kuat karena guncangannya terlalu besar," ujar Sujadi, saat acara penggalangan dana pembangunan Jalan Bungur-Sungai Tatas untuk disumbangkan kepada Pemkab Kobar, Kamis (26/5/2016).

Menurut dia, Pemkab Kobar tidak pernah peduli terhadap wilayah yang berpenduduk lebih dari seribu kepala keluarga itu. Padahal, jalan tersebut berada di pusat kota.

Selain ibu-ibu yang melahirkan di jalan, kecelakaan seperti kendaraan terjatuh itu hampir terjadi setiap hari. Apalagi pada musim kemarau seperti saat ini. Banyak debu yang berhamburan hingga menggangu penglihatan para pemakai jalan. "Ada yang jatuh. Ada yang tabrakan. Itu sudah biasa, hampir setiap hari," tandasnya. (CECEP HERDI/N).