BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Instansi terkait harus memperhatikan peredaran makanan kedaluarsa jelang Ramadan 2016. Selain itu, harus memantau kenaikan harga bahan pokok, yang dapat merugikan warga. Momen kenaikan harga tersebut sering dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk mengais keuntungan.
"Pengawasan barang-barang yang sudah lewat masa atau kedaluarsa, jangan sampai beredar di pasaran. Biasanya momen-momen seperti hari raya lebaran dimanfaatkan pedagang-pedagang nakal untuk mencari keuntungan dengan menjual barang sudah lewat masa berlakunya," kata Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Bambang Purwanto, di Pangkalan Bun, Jumat (3/6/2016) siang.
Cara yang sering digunakan oknum pedagang nakal, kata Bupati Bambang Purwanto, dengan memberikan harga miring dan diskon besar-besaran kepada masyarakat. Cara ini untuk menarik minat pembeli. "Inilah yang harus kita awasi. Instansi terkait harus turun ke lapangan setiap saat untuk mengecek ke toko-toko seperti swalayan dan market serta kios-kios kecil."
Bambang juga menuturkan, tidak hanya instansi terkait, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan.
"Cek terlbih dahulu masa berlakunya. Ya kalau sudah mendekati masa kedaluarsa, lebih baik tidak dibeli. Dari pada kesehatan kita terancam hanya gara-gara tergiur harga murah." (CECEP HERDI/N).








